OKU TIMUR, Wartakitanews.com — Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun bernama Rapi Pratama Bin Mustawa dilaporkan tenggelam di Sungai Komering, Desa Riang Bandung, Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, pada Selasa (22/9/2026).
Kantor SAR Palembang yang menerima informasi kejadian tersebut pada pukul 13.30 WIB langsung mengerahkan tim rescue menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR).
Peristiwa nahas ini bermula sekitar pukul 11.45 WIB. Korban bersama dua orang temannya tengah bermain di pinggir Sungai Komering usai pulang sekolah. Diduga tak sengaja, korban tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke dalam aliran sungai.
Teman-teman korban sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun, karena korban diketahui tidak bisa berenang, tubuhnya dengan cepat terseret arus dan akhirnya tenggelam.
Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, S.E., menjelaskan bahwa operasi pencarian langsung digerakkan bersama unsur SAR gabungan dengan memanfaatkan berbagai sarana yang tersedia di lapangan.
“Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian dengan penyisiran di atas permukaan air di sekitar lokasi kejadian. Pencarian dilakukan hingga radius kurang lebih tiga kilometer menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat,” ujar Raymond.
Dalam pelaksanaannya, operasi SAR ini melibatkan sinergi dari berbagai pihak, meliputi: Basarnas Kantor SAR Palembang, unsur TNI dan Polri, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemerintah Desa setempat, dan Warga masyarakat sekitar.
Tim terus menyusuri aliran Sungai Komering guna menemukan keberadaan korban dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan personel, mengingat kondisi arus sungai yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Menanggapi insiden ini, Kantor SAR Palembang mengimbau masyarakat luas, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak. Orang tua diminta untuk melarang anak-anak bermain di sekitar sungai tanpa pendampingan, terlebih jika belum mahir berenang.
“Pengawasan orang tua sangat penting. Jangan biarkan anak-anak bermain di sekitar sungai tanpa pendampingan, terlebih bagi anak yang belum memiliki kemampuan berenang,” pungkas Raymond.
(Vilkadi)
