BANYUASIN, Wartakitanews.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah pada musim kemarau saat ini berdampak nyata terhadap aktivitas dan kesehatan masyarakat setempat. Kabut asap tebal kian menyelimuti kawasan Kelurahan Betung, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, hingga mengganggu iklim usaha dan kehidupan sehari-hari warga.
Dampak buruk fenomena musiman ini dirasakan langsung oleh Iwan Variasi, seorang pengusaha muda lokal pemilik usaha jual beli ban mobil dan motor sekaligus pemilik usaha kuliner Nasi Goreng Gelora di kawasan Betung.
Iwan mengeluhkan kondisi udara yang kian memburuk dari hari ke hari. Menurutnya, pekatnya kabut asap tidak hanya memperburuk kualitas udara tetapi juga sudah berada pada taraf yang mengkhawatirkan bagi kesehatan pernapasan.
“Kabut asap musim kemarau kali ini terasa semakin tebal dan pedih di mata. Untuk bernapas saja sudah sangat tidak nyaman dan sering bikin dada sesak. Selain mengganggu pernapasan, jarak pandang di jalan raya juga makin terbatas, yang tentunya sangat berbahaya bagi para pengendara,” ujar Iwan saat ditemui di tempat usahanya, Minggu (11/10/2026).
Sebagai pelaku UMKM yang sehari-hari beraktivitas di luar ruangan dan berinteraksi langsung dengan pelanggan, Iwan merasakan betul bagaimana kabut asap mengancam kesehatan para pekerja maupun konsumennya.
Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan ini, Iwan Variasi menyampaikan keprihatinan serta harapannya kepada para pemangku kepentingan:
-
Sinergi Penanganan Karhutla: Iwan berharap pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta satgas penanggulangan karhutla bergerak lebih cepat dan tegas dalam memadamkan titik-titik api yang menjadi sumber asap.
-
Tindakan Tegas Pembakar Lahan: Ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pihak perusahaan agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar, karena dampaknya sangat merugikan masyarakat luas.
-
Pembagian Masker & Layanan Kesehatan: Iwan juga menyuarakan agar instansi terkait dapat menyalurkan bantuan masker gratis dan menyiapkan posko kesehatan bagi warga Betung yang mulai terdampak penyakit saluran pernapasan (ISPA).
“Harapan kami sebagai masyarakat kecil dan pelaku usaha di Betung sederhana: semoga hujan segera turun dan pihak berwenang dapat mengatasi titik api secepatnya. Kami ingin bisa beraktivitas, bekerja, dan bernapas dengan lega kembali tanpa bayang-bayang bahaya kabut asap,” tutupnya. (Vilkadi)
