BANYUASIN, Wartakitanews.com — Kondisi infrastruktur jalan akses yang menghubungkan wilayah di Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin, khususnya menuju Desa Bentayan dan Desa Keluang, saat ini berada dalam kondisi rusak parah. Kerusakan berat ini menuai sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuasin.
Herli, A.Md, seorang anggota DPRD Kabupaten Banyuasin dari Partai NasDem, secara tegas mempertanyakan kejelasan dan transparansi alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Tungkal Ilir.
Menurutnya, sangat disayangkan wilayah yang menjadi tempat beroperasinya berbagai perusahaan tersebut masih menyisakan penderitaan bagi masyarakat akibat akses jalan desa yang terabaikan. Padahal, perusahaan-perusahaan tersebut mengambil hasil bumi dan kekayaan dari wilayah sekitar, namun kontribusi nyata untuk perbaikan infrastruktur jalan dinilai masih minim.
“Rakyat sengsara dengan kondisi jalan rusak parah. Kemana dana CSR? Perusahaan mengambil hasil, tetapi jalan desa justru terabaikan,” ujar Herli, A.Md menyuarakan aspirasi masyarakat. (11/08/2026).
Sebagai wakil rakyat, Herli menuntut adanya langkah konkret serta bentuk tanggung jawab sosial yang jelas dari pihak korporasi.
Dana CSR seharusnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam membantu memperbaiki akses vital seperti jalan raya yang menjadi urat nadi perekonomian warga Desa Bentayan dan Desa Keluang.
Melalui momentum ini, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal transparansi dan keadilan penyaluran dana CSR demi pembangunan infrastruktur desa yang layak. (Vilkadi)
