KUPT Puskesmas Betung Kota Pastikan Temuan Sampah Medis Yang Dibuang Sembarangan Bukan Berasal dari Puskesmas Betung Kota

BANYUASIN, Wartakitanews.com— Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Puskesmas Betung Kota, Asep Darda Pangguna, SST., SKM., M.Kes., dengan tegas memberikan klarifikasi terkait temuan sampah medis yang dibuang sembarangan di kawasan Simpang Kapuk, Kelurahan Betung Selatan, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, beberapa hari lalu.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan dari wartakitanews.com pada Jumat, (24/07/2026), Asep memastikan bahwa limbah medis tersebut sama sekali bukan berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan yang ia pimpin.

“Kami menegaskan dan memastikan bahwa sampah medis yang ditemukan berserakan di kawasan Simpang Kapuk itu bukan berasal dari Puskesmas Betung Kota,” ujar Asep dengan tegas.

Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa Puskesmas Betung Kota selalu menjunjung tinggi standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganan limbah medis berbahaya (B3). Seluruh proses pembuangan dan pemusnahan limbah medis di puskesmas telah diatur secara resmi melalui mekanisme yang berizin.

“Di Puskesmas Betung Kota, kami sudah memiliki Memorandum of Understanding (MoU) resmi terkait pengolahan dan pemusnahan limbah medis. Jadi, limbah medis tidak mungkin dibuang sembarangan karena ada alur penanganan khusus yang ketat,” jelasnya.

Selain itu, Asep menambahkan bahwa pihaknya telah menyediakan fasilitas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) khusus limbah medis di lingkungan puskesmas yang memenuhi standar keamanan kesehatan dan lingkungan.

“Kami telah menyiapkan TPS khusus limbah medis di puskesmas dengan sistem pengamanan yang ketat agar tidak sembarang orang bisa mengaksesnya, apalagi sampai mencemari lingkungan sekitar,” tambahnya.

Menanggapi kejadian yang meresahkan masyarakat ini, Asep mengaku sangat prihatin. Pembuangan limbah medis secara sembarangan tidak hanya berdampak buruk pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan serta keselamatan masyarakat umum.

Oleh karena itu, Asep berharap agar pihak berwenang dapat segera mengusut tuntas dan menemukan pelaku yang membuang limbah medis tersebut. Menurutnya, penelusuran yang mendalam sangat diperlukan agar sumber asli limbah tersebut menjadi terang dan tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat Betung.

“Kami berharap pelaku pembuangan limbah medis ini dapat segera ditemukan, supaya jelas dari mana sumber limbah medis tersebut berasal. Hal ini penting agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi yang dapat merugikan institusi kesehatan resmi di wilayah Kecamatan Betung,” pungkasnya. (Vilkadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *