BANYUASIN, Wartakitanews.com – Insiden kecelakaan kerja kembali terjadi di wilayah Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin. Seorang pekerja pemasangan kabel WiFi dilaporkan tersengat aliran listrik saat tengah melakukan penarikan kabel di tiang utilitas, Sabtu (23/5/2026). Peristiwa nahas ini diduga kuat terjadi akibat minimnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Peristiwa tersebut sontak menggegerkan warga sekitar lokasi kejadian. Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, terlihat sejumlah pekerja berada di atas tiang yang dipenuhi semrawutnya jaringan listrik dan kabel telekomunikasi. Sebuah mobil pemadam kebakaran (Damkar) juga tampak disiagakan di lokasi untuk membantu proses evakuasi korban yang sempat tersangkut di atas tiang.
Menurut keterangan Utung, seorang warga setempat yang berada di lokasi, korban diduga kuat tersengat arus listrik karena melakukan pekerjaan berisiko tinggi tersebut tanpa dilengkapi dengan alat pengaman yang memadai.
“Korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Sampai sekarang belum ada kabarnya. Untung cepat ditolong warga, alhamdulillah masih bisa selamat,” ujar Utung saat berbincang dengan warga lainnya di lokasi kejadian.
Kondisi kabel yang semrawut dan menumpuk di satu titik tiang utilitas disebut-sebut menjadi faktor utama pemicu bahaya dalam pekerjaan tersebut. Warga menilai aktivitas pemasangan kabel internet akhir-akhir ini terkesan terlalu nekat tanpa memperhatikan standar keamanan yang berlaku.
“Kalau lihat dari bawah saja sudah ngeri. Kabel listrik campur kabel internet, pekerja naik tanpa pengaman lengkap. Ini sangat berisiko,” ungkap warga lainnya yang menyaksikan proses evakuasi.
Insiden ini langsung memicu sorotan tajam dari masyarakat terhadap perusahaan penyedia layanan internet (provider) maupun pihak kontraktor pelaksana lapangan. Mereka dinilai lalai dalam menerapkan standar K3 yang ketat. Padahal, melakukan pekerjaan di area jaringan listrik tegangan aktif memiliki risiko fatalitas yang sangat tinggi dan wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) khusus.
Merespons kejadian ini, warga mendesak pemerintah daerah serta instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan penertiban dan pemeriksaan terhadap aktivitas pemasangan jaringan kabel di wilayah Kecamatan Betung. Selain mengancam nyawa para pekerja, kondisi kabel yang amburadul dan bergelantungan rendah juga dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan para pengguna jalan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan penyedia jaringan maupun aparat penegak hukum setempat mengenai identitas lengkap korban, kondisi terbaru, serta penyebab pasti dari insiden tersebut. Ditaksir kerugian operasional dan sanksi kelalaian kerja tengah membayangi pihak pelaksana proyek. (Vilkadi)
