Pemdes Sri Kembang Gelar Rembug Stunting Di Kantor Desa

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 51;

Banyuasin, WartaKitaNews.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Sri Kembang, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, melaksanakan Rembug Stunting di kantor desa setempat, Selasa (19/08/2025).

Kegiatan rembug stunting tersebut sebagai upaya kolaboratif dalam mencegah dan menanggulangi kasus stunting di wilayah desa, khsususnya di wilayah desa Sri Kembang.

Acara kegiatan rembug stunting tersebut, dibuka secara resmi oleh Kades Sri Kembang Hadi Saputra.

Selain dihadiri oleh kepala desa Sri Kembang, kegiatan ini juga dihadiri oleh Pendamping Lokal Desa, BPD, Perangkat Desa, serta tamu undangan yang lainnya.

Kades Sri Kembang dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan rembug stunting ini merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan setiap tahun oleh setiap desa, sesuai dengan regulasi dan perintah dari pemerintah pusat.

Selain itu, Kades Sri Kembang juga mengatakan, kegiatan rembug stunting yang dilaksanakan oleh Pemerintah desa setiap tahun, tujuannya untuk membahas dan menyepakati rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penanganan stunting, serta mengintegrasikannya dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa dan APBDes.

“Stunting adalah masalah serius yang harus kita atasi bersama. Melalui rembuk stunting ini, mari kita berkolaborasi dan berpartisipasi aktif untuk mencegas stunting di Desa Sri Kembang ini,” Katanya.

Dalam kesempatan ini, lanjut Hadi Saputra, kegiatan Rembuk Stunting di tingkat desa ini tujuannya juga upaya mencetak generasi emas yang bebas dari stunting.

Sehingga, langkah-langkah ini juga salah satu bagian dari komitmen Pemerintah Desa Sri Kembang dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam hal kesehatan anak dan kelangsungan generasi masa depan.

“Saya berharap, acara Rembuk Stunting ini dapat menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan desa yang sehat dan produktif secara keseluruhan,” pungkasnya.

Kemudian, Nara Sumber Dwi Siska dari Puskesmas Betung dengan semangat juga memberikan edukasi mengenai stunting kepada para kader dan masyarakat yang hadir agar memahami penyebab dan cara mencegahnya. Terutama dalam hal gizi buruk pada balita. (Vilkadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *