BANYUASIN, Wartakitanews.com – Masalah kemacetan lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di wilayah Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, hingga kini masih menjadi momok menakutkan bagi para pengguna jalan. Kemacetan panjang yang kerap melumpuhkan arus kendaraan sering kali memakan waktu berjam-jam dan membuat pengendara frustrasi.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, titik kemacetan di kawasan Betung ini memang dipicu oleh beberapa faktor klasik. Selain kondisi infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan di beberapa titik, keberadaan kendaraan berat atau truk besar yang mengalami mogok di badan jalan sering kali menjadi pemicu awal tersendatnya arus lalu lintas.
Namun, yang lebih disayangkan, kemacetan tersebut sering kali diperparah oleh perilaku tidak disiplin dari para pengemudi itu sendiri. Banyak pengemudi yang nekat mengambil jalur lawan arah saat antrean mulai memadat, sehingga menimbulkan penumpukan kendaraan yang terkunci dan saling mengunci (bottle neck), yang akhirnya membuat arus lalu lintas benar-benar tidak bisa bergerak sama sekali.
Vilkadi, salah satu pengguna jalan yang sering melintasi jalur tersebut, mengaku sangat menyayangkan kurangnya kesadaran dan kesabaran para pengendara. Menurutnya, tindakan egois para pengemudi justru menjadi bumerang bagi mereka sendiri.
“Penyebab utamanya memang kadang ada mobil mogok atau jalan rusak, tapi yang bikin parah itu karena pengemudi tidak sabaran. Terutama pengemudi minibus, baik itu mobil travel maupun mobil pribadi, sering sekali memaksa mendahului kendaraan lain dan mengambil jalur lawan arah saat macet,” ujar Vilkadi saat ditemui di lokasi, Minggu (12/7/2026).
Vilkadi menambahkan, perilaku menerobos jalur ini justru membuat situasi semakin rumit. Ketika kendaraan dari dua arah saling berhadapan di satu jalur yang sama, kemacetan total tidak bisa dihindari. Ia berharap pihak terkait dapat lebih tegas dalam menertibkan lalu lintas di kawasan tersebut, serta meminta para pengemudi untuk lebih tertib demi kepentingan bersama.
“Kalau semua mau menang sendiri dan tidak mau mengantre, yang rugi kita semua. Kami berharap ada petugas yang selalu bersiaga dan para pengemudi juga bisa lebih disiplin. Jangan sampai karena ingin cepat, malah terjebak macet lebih lama,” pungkasnya.
Hingga saat ini, para pengguna jalan berharap adanya solusi permanen dari pemerintah, baik melalui perbaikan infrastruktur jalan maupun rekayasa lalu lintas yang lebih efektif, guna mengurai simpul kemacetan di kawasan vital penghubung antarprovinsi tersebut. (Vilkadi)
