BANYUASIN, Wartakitanews.com – Lonjakan volume kendaraan yang melintas di jalan poros Desa Taja Mulya, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, kian meresahkan warga. Jalan desa yang kini menjadi jalur alternatif bagi pengendara untuk menghindari kemacetan di Jalan Lintas Palembang – Betung tersebut, dinilai membahayakan keselamatan warga sekitar.
Pantauan di lokasi pada Minggu (12/07/2026), jalan poros yang menghubungkan beberapa akses penting ini tampak ramai dilalui kendaraan berbagai jenis. Banyak pengendara sengaja memotong jalan melalui desa tersebut guna menghindari penumpukan kendaraan di Jalur Lintas Sumatera.
Sayangnya, meningkatnya volume kendaraan tidak dibarengi dengan kesadaran pengendara. Banyak pengemudi yang melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi di tengah permukiman warga, sehingga memicu kekhawatiran akan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Selain masalah kecepatan, kondisi infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya teraspal mulus menjadi sumber masalah baru. Saat kendaraan melintas dalam jumlah banyak, debu tebal pun beterbangan ke arah rumah-rumah penduduk.
Warga setempat mengaku sangat terganggu dengan kondisi ini. Debu yang pekat dikhawatirkan berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia yang rentan terserang penyakit saluran pernapasan.
“Kami berharap ada penyiraman jalan secara rutin agar debu tidak terus beterbangan. Kondisi ini sangat tidak sehat bagi kami yang tinggal di pinggir jalan,” ujar salah satu warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah konkret dari Pemerintah Desa Taja Mulya maupun instansi terkait untuk mengatasi keluhan warga. Berdasarkan penuturan warga, belum terlihat adanya upaya mitigasi, seperti penyiraman jalan secara berkala untuk menekan debu, maupun pemasangan rambu-rambu pembatas kecepatan (speed bump/polisi tidur) untuk meminimalisir laju kendaraan.
Warga mendesak pihak pemerintah desa dan instansi terkait untuk segera turun tangan. Mereka berharap ada kebijakan yang tegas agar jalan poros desa tidak terus-menerus dijadikan jalur alternatif yang membahayakan keselamatan jiwa warga.
“Kami meminta pemerintah segera turun ke lapangan. Jangan menunggu ada korban kecelakaan atau warga yang sakit parah baru ada tindakan. Kami butuh solusi nyata agar kenyamanan dan keselamatan warga desa kembali terjamin,” tegas warga. (Vilkadi)
