Jejak Perjalanan Parly Pratama: Dari Pedagang Asongan hingga Menjadi Sosok Mandor Besar

BANYUASIN, Wartakitanews.com – Kisah hidup seseorang seringkali menyimpan inspirasi yang tak terduga. Begitu pula dengan perjalanan hidup Parly Pratama, seorang pria yang kini dikenal sebagai Mandor Besar (Mabes) di PT BAM. Perjalanan kariernya merupakan cerminan dari kegigihan, kerja keras, dan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Awal Kehidupan dan Perubahan Nama

Lahir di Purwosari pada 14 Juli 1994, Parly Pratama memiliki akar masa kecil yang kuat di Banyuasin. Ia tercatat pindah ke Betung pada 10 Maret 1997 dan menetap hingga saat ini.

Ada cerita unik di balik namanya. Pria yang merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara dari pasangan mendiang Salanang bin Acis dan Mulyati ini, awalnya diberi nama “Perli Prakasa” oleh orang tuanya. Namun, karena masa kecilnya yang sering mengalami masalah kesehatan, keluarga kemudian mengikuti saran tetua desa untuk melakukan perubahan nama menjadi “Parly Pratama”. Nama inilah yang kemudian melekat hingga ia dikenal luas saat ini.

Ada cerita unik di balik namanya. Pria yang merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara dari pasangan mendiang Salanang bin Acis dan Mulyati ini, awalnya diberi nama “Perli Prakasa” oleh orang tuanya. Namun, karena masa kecilnya yang sering mengalami masalah kesehatan, keluarga kemudian mengikuti saran tetua desa untuk melakukan perubahan nama menjadi “Parly Pratama”. Nama inilah yang kemudian melekat hingga ia dikenal luas saat ini.

Menempuh Pendidikan dan Membangun Keluarga

Pendidikan menjadi fondasi penting dalam hidup Parly. Ia meniti karier akademisnya dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) di Pasar Segita Betung, berlanjut ke SDN 1 Betung, SMP PGRI Betung, dan menyelesaikan jenjang SMA di SMAN 1 Betung. Tekad belajarnya membawa ia berhasil menamatkan pendidikan di perguruan tinggi ternama, Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang.

Dalam kehidupan pribadinya, Parly menemukan pasangan hidupnya, Putri Wulandari, seorang wanita asal Babat Supat, Banyuasin. Keduanya bertemu pada tahun 2021 dan mengikat janji suci pernikahan pada tahun 2022. Hingga kini, keharmonisan rumah tangga mereka menjadi penyemangat Parly dalam berkarya.

Perjalanan Karier: Pantang Menyerah

Jika melihat ke belakang, karier Parly tidak diraih dengan cara instan. Ia dikenal sebagai sosok pekerja keras yang telah memulai usahanya sejak usia belia:

  • Usia 10 tahun: Menjadi pedagang asongan di Pasar Pagi Betung.

  • Usia 12 tahun: Berjualan jagung bakar di Taman Tebenan.

  • Usia 20 tahun: Menjadi operator warung internet (warnet).

  • Usia 23 tahun: Mengelola jasa penjualan diamond game online.

  • Usia 25 tahun: Menjadi mitra pengemudi ojek online.

  • Usia 27 tahun: Menjadi Supervisor Lapangan di PT BAP.

  • Usia 30 tahun: Menjadi Helper di PT Baturona Adi Putra.

  • Usia 31 tahun: Mencapai posisi sebagai Mandor Besar (Mabes) di PT BAM.      Pengalaman panjang yang melintasi berbagai bidang, mulai dari perdagangan hingga sektor industri, membentuk Parly menjadi pribadi yang tangguh dan berpengalaman di lapangan. Kisah Parly Pratama adalah bukti nyata bahwa keterbatasan di masa lalu bukanlah penghalang untuk mencapai kesuksesan. Dengan ketekunan dan semangat untuk terus berkembang, ia kini telah membuktikan kemampuannya sebagai pemimpin di lingkungan kerjanya, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda di Banyuasin untuk tidak pernah takut memulai sesuatu dari bawah. (Vilkadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *