Musim Kemarau dan Padatnya Lalu Lintas, Pemdes Taja Mulya Imbau Pengendara Kurangi Kecepatan

BANYUASIN, Wartakitanews.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Taja Mulya, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, mengeluarkan himbauan penting bagi seluruh pengguna jalan yang melintasi wilayah desa tersebut. Para pengendara diminta untuk lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat berkendara di jalan poros desa.

Himbauan ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Taja Mulya, Supandi, didampingi Sekretaris Desa (Sekdes), Irawan, mengingat kondisi lingkungan saat ini yang sedang memasuki musim kemarau.

Supandi menjelaskan bahwa musim kemarau menyebabkan kondisi jalan menjadi kering dan berdebu. Debu-debu tersebut kerap beterbangan saat kendaraan, terutama kendaraan roda empat, melintas dengan kecepatan tinggi. Hal ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain, tetapi juga dikeluhkan oleh warga sekitar.

“Kami menghimbau kepada seluruh pengendara, baik roda dua maupun roda empat, agar dapat mengurangi kecepatan saat melintas di jalan poros desa kami. Saat ini cuaca sedang kemarau, sehingga debu sangat mudah beterbangan dan mengganggu aktivitas warga,” ujar Supandi. Senin (13/07/2026).

Lebih lanjut, Supandi mengungkapkan kekhawatiran masyarakat terkait keselamatan anak-anak. Mengingat banyaknya anak-anak yang bermain di sekitar area jalan, ia berharap pengendara lebih waspada untuk menghindari risiko kecelakaan yang tidak diinginkan.

“Selain masalah debu, kekhawatiran utama kami adalah keselamatan anak-anak. Banyak anak-anak yang bermain di dekat jalan, kami takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tertabrak atau tersenggol kendaraan yang melintas,” tambahnya.

Kondisi jalan poros Desa Taja Mulya sendiri saat ini kian ramai dilintasi kendaraan, terutama karena jalan tersebut kerap dijadikan jalur alternatif oleh pengendara ketika terjadi kemacetan arus lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera.

Pihak Pemdes Taja Mulya berharap agar para pengguna jalan dapat mematuhi imbauan ini demi terciptanya keamanan dan kenyamanan bersama, baik bagi pengendara itu sendiri maupun bagi warga desa yang beraktivitas di sekitar jalan poros. (Vilkadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *