BANYUASIN, Wartakitanews.com – Di balik sosoknya yang kini dikenal luas sebagai praktisi media dan pimpinan umum platform berita, tersimpan kisah perjuangan hidup yang panjang dan penuh liku. Ia adalah Vilkadi, pria yang lahir di Desa Bailangu, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pada 30 Juli 1975.
Akar Kehidupan dan Masa Kecil
Vilkadi lahir sebagai anak kedua dari sepuluh bersaudara pasangan Salanang dan Mulyati. Kehidupan masa kecilnya sangat lekat dengan keseharian keluarga petani yang sederhana. Perjalanan hidupnya dimulai dengan cerita unik terkait namanya.
Saat lahir, ia diberi nama Untung Surapati. Namun, karena sering menangis saat masih bayi, keluarga mengikuti kepercayaan lokal untuk mengganti namanya menjadi Alkadi, dengan julukan “Lekat”. Hal ini dilakukan sebagai simbol doa agar ia diberikan umur panjang, mengingat kakak tertuanya, Sopan (lahir 1973), meninggal dunia saat masih bayi.
Pendidikan dan Perubahan Identitas
Pada tahun 1982, ia mulai menempuh pendidikan di SDN Inpres Pir 1 Talang Jaya 1, sebuah wilayah transmigrasi lokal pada masa itu. Menjelang kelulusan sekolah dasar, terjadi perubahan nama menjadi Vilkadi. Nama inilah yang kemudian tertera pada Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) dan terus digunakan hingga ia menyelesaikan pendidikan tingkat SMA di Bina Bangsa.
Sejak duduk di bangku SMP, Vilkadi muda tidak canggung membantu orang tuanya bertani, termasuk aktivitas memotong karet. Semangat kerja keras ini telah mendarah daging sejak dini.
Melintasi Liku Kehidupan
Tahun 1995 menjadi babak baru saat ia menikah dengan Jumaita. Namun, cobaan berat menghampiri ketika sang istri meninggal dunia pada tahun 1999, meninggalkan seorang putra bernama Leo Vrischo De Frackesio. Sebelumnya, mereka juga kehilangan putra kedua, Geo Chrismon De Clarion, yang meninggal saat lahir.
Untuk bertahan hidup, Vilkadi merantau ke Desa Peninggalan pada tahun 2000. Selama delapan bulan, ia bekerja keras sebagai kuli pemuat kayu balok ke atas truk untuk menyambung hidup.
Membangun Keluarga dan Karier Baru
Titik terang kembali hadir pada tahun 2001. Vilkadi menikah dengan Gustiana, gadis cantik asal Plaju, Palembang. Bersama Gustiana, ia dikaruniai empat orang putra: Ridho Rexa Dirgantara, Luis Vigo Anvigus, Tirta Anggara Perkasa, dan Arga Satria Bimantara.
Dalam fase hidup ini, Vilkadi dan Gustiana berjuang dengan berbagai profesi, mulai dari petani karet, kuli bangunan, tukang ojek, hingga sales telepon Ceria. Ketekunannya membawa hasil hingga pada tahun 2006, ia terjun ke dunia jurnalistik sebagai wartawan di koran mingguan Barometer Post.
Konsistensi di Dunia Jurnalistik
Karier jurnalistiknya terus menanjak melalui berbagai media seperti Tabloid Dinamika Nusantara, SKU Jaya Expres, media online Lensa News, hingga bergabung dengan Harian Banyuasin (JPNN Group) pada tahun 2012. Dedikasinya diakui saat ia lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dari Dewan Pers pada tahun 2013.
Puncaknya, pada tahun 2018, Vilkadi mendirikan media online nya sendiri, www.wartakitanews.com, di bawah naungan PT Vilkadi Media Nusantara. Hingga hari ini, media tersebut tetap eksis di bawah kepemimpinannya, menjadi bukti nyata transformasi seorang anak petani desa yang berhasil merajut kesuksesan melalui kerja keras dan integritas di dunia informasi. (Redaksi)
