Wali Murid Keluhkan Mahalnya Biaya Seragam di SMAN 1 Betung, Diduga Langgar Aturan Pemerintah

BANYUASIN, Wartakitanews.com – Keluhan muncul dari sejumlah orang tua siswa di Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, terkait tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk menyekolahkan anak mereka di SMA Negeri 1 Betung. Para wali murid merasa terbebani dengan kewajiban membayar biaya seragam sekolah yang dinilai sangat mahal.

Berdasarkan dokumen rincian biaya yang diperoleh wali murid, total biaya yang harus dibayar mencapai Rp 2.400.000 hingga Rp 2.600.000. Rincian tersebut mencakup berbagai item mulai dari seragam sekolah, sepatu, hingga kelengkapan administrasi lainnya. Selain biaya tersebut, orang tua siswa juga masih dibebankan dengan adanya sumbangan kepada pihak komite sekolah.

Salah seorang ibu rumah tangga yang telah mendaftarkan anaknya di SMAN 1 Betung mengungkapkan keberatannya karena biaya tersebut dirasa sangat memberatkan.

“Biaya untuk beli seragam sekolah dan biaya lainnya cukup besar di sekolah ini, padahal ini sekolah negeri. Pemerintah harus bertindak tegas, karena harga pakaian cukup mahal, tidak sesuai dengan harga standar. Saya yakin banyak orang tua yang keberatan,” ujar salah seorang wali murid yang meminta namanya dirahasiakan, Selasa (23/06/2026).

Keluhan senada juga disampaikan oleh wali murid lainnya. Mereka menduga pihak sekolah memanfaatkan momen Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebagai ajang bisnis dengan mewajibkan siswa membeli seragam langsung melalui pihak sekolah.

Kebijakan ini disinyalir bertentangan dengan regulasi pemerintah yang berlaku. Praktik penjualan seragam atau bahan seragam oleh pihak sekolah maupun koperasi sekolah kepada peserta didik secara tegas dilarang berdasarkan Pasal 181 dan Pasal 198 PP Nomor 17 Tahun 2010, serta dipertegas dalam Permendikbud Nomor 50 Tahun 2022.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah SMAN 1 Betung, Media Harja, S.Pd., M.Pd., belum dapat dihubungi untuk memberikan klarifikasi terkait keluhan wali murid dan rincian biaya yang dikeluarkan okeh pihak sekolah tersebut.

(Vilkadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *