BANYUASIN, SUMSEL, Wartakitanews.com — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mengancam mata pencaharian warga di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Hingga saat ini, kobaran api telah menghanguskan lebih dari 70 hektar lahan perkebunan karet dan kelapa sawit milik warga yang tersebar di tiga desa, yakni Desa Taja Indah, dan Desa Taja Mulya, Kecamatan Betung.
Melihat kondisi api yang kian mengganas dan terus meluas, Kepala Desa Taja Indah, Rahmad Saleh, melayangkan permohonan mendesak kepada Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, serta Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., untuk dapat segera menginstruksikan tim satgas Karhutla turun ke lokasi kejadian.
Permohonan tersebut disampaikan langsung oleh Rahmad Saleh di tengah kepulan asap tebal saat dirinya berjibaku bersama perangkat desa dan warga setempat memadamkan api dengan peralatan seadanya.
“Kami sangat memohon bantuan kepada Pak Gubernur H. Herman Deru dan Pak Bupati Dr. H. Askolani, beserta seluruh instansi terkait Karhutla. Tolong segera turunkan tim dan bantuan peralatan ke lapangan untuk ikut memadamkan api di perkebunan warga kami,” ujar Rahmad Saleh di lokasi kejadian. (18/10/2026)
Menurut Rahmad Saleh, upaya pemadaman secara swadaya oleh warga dan perangkat desa telah berlangsung nonstop selama dua hari dua malam. Namun, keterbatasan sarana serta tiupan angin kencang membuat api sangat sulit dikendalikan.
“Sudah dua hari dua malam kami bersama warga dan perangkat desa bertahan di lokasi pemadaman tanpa henti. Tapi api kian mengganas dan sudah melalap lebih dari 70 hektar kebun sawit dan karet milik masyarakat. Jika tidak ada bantuan personel dan armada pemadam dari instansi terkait, kami khawatir dampaknya akan semakin meluas dan merusak sumber ekonomi warga,” ungkapnya dengan nada penuh harap.
Hingga berita ini diturunkan, warga dan pemerintah desa masih terus bersiaga serta berupaya memblokir laju kobaran api agar tidak semakin meluas ke pemukiman dan lahan perkebunan lainnya. Diharapkan penanganan cepat dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin dapat segera tiba di lokasi untuk mengendalikan situasi. (Vilkadi)
