Warga Desa Taja Indah Banyuasin Gelar Sholat Istisqa Mohon Hujan di Tengah Kemarau Panjang

BANYUASIN, Wartakitanews.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa bersama Pemerintah Desa Taja Indah menggelar Sholat Istisqa (sholat meminta hujan) secara berjemaah di lapangan sepak bola Dusun I, Desa Taja Indah, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (16/9/2026).
Langkah ini diambil menyusul kemarau panjang yang telah menimbulkan berbagai dampak krusial di wilayah tersebut, mulai dari kekeringan, keterbatasan akses air bersih, hingga meningkatnya potensi kebakaran lahan dan kabut asap.

Pelaksanaan Sholat Istisqa yang berlangsung pukul 07.30 hingga 09.00 WIB ini mendapat sambutan antusias dari warga. Berbagai elemen masyarakat tampak hadir memadati lokasi, mulai dari jajaran Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tenaga pengajar, tokoh masyarakat, tokoh agama, warga umum, hingga para pelajar.
Bertindak sebagai imam dalam ibadah tersebut adalah Ketua MUI Kecamatan Betung, Ciwan Zainuddin, sementara khutbah disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Shirothol Mustakim, Suparman, SH.

Mmm?

Dalam khutbahnya, Suparman menekankan bahwa pelaksanaan Sholat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual dan doa umat Islam untuk memohon rahmat Allah SWT agar segera menurunkan hujan.
“Sholat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar atau upaya dan doa mengharap Allah SWT menurunkan hujan. Bukan memaksa dan bukan ingkar dengan takdir, tetapi sebagai muhasabah diri atas dosa yang kita perbuat,” ujar Suparman di hadapan para jemaah.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Taja Indah, Rahmad Saleh, menyampaikan rasa keprihatinannya yang mendalam atas kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayahnya belakangan ini.
“Saya sangat prihatin dengan kondisi kemarau yang melanda saat ini. Hari ini kami berkumpul di lapangan ini bersama-sama berdoa memohon kepada Allah SWT agar Desa Taja Indah dan sekitarnya dapat diturunkan hujan sehingga masyarakat tidak kesulitan lagi untuk mendapatkan air bersih,” ungkap Rahmad.

Harapan Warga

Rangkaian kegiatan ibadah dan ikhtiar bersama ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para tokoh agama. Seluruh warga berharap agar doa yang dipanjatkan segera dikabulkan, sehingga musim kemarau segera berlalu, krisis air bersih teratasi, serta ancaman kebakaran hutan dan lahan dapat dihindari.
(Vilkadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *