BANYUASIN, Wartakitanews.com — Pemerintah Kabupaten Banyuasin bersama TNI mempertegas komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui kegiatan Panen Raya Padi yang digelar di Desa Gelebak Dalam, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, pada Rabu (12/8/2026). Sinergi lintas sektor ini dilaksanakan guna memperkuat posisi Banyuasin sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sumatera Selatan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, SP, perwakilan Danrem 044/Garuda Dempo (Gapo) Letkol Armed Arif Budiman, S.Sos., M.M., Dandim 0430/Banyuasin Letkol Inf. Handoyo Y. P, S.E., M.HI., M.HAN., jajaran Dinas Pertanian, serta Camat Rambutan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya para petani yang menjadi ujung tombak di lapangan.
“Terima kasih kepada TNI Korem 044/Gapo, Kodim 0430/Banyuasin, Dinas Pertanian, dan Gapoktan yang telah mengawal dari masa tanam hingga panen raya. Penerapan pola tanam terpadu dan beralihnya petani ke mekanisasi modern sangat menentukan keberhasilan ini,” ujar Netta.
Ia menambahkan bahwa program Optimasi Lahan (OPLA) seluas 698 hektar di Desa Gelebak Dalam terbukti efektif mendongkrak produktivitas hasil pertanian warga. Dengan pendampingan intensif dari TNI dan dinas terkait, Pemkab Banyuasin optimistis kesejahteraan petani lokal akan terus meningkat seiring tingginya capaian produksi gabah.
Mewakili Danrem 044/Gapo, Letkol Armed Arif Budiman menjelaskan bahwa berdasarkan hasil ubinan di lokasi panen, produktivitas padi berhasil mencapai angka yang sangat memuaskan, yaitu 8,4 ton per hektar.
“Ini capaian yang luar biasa dan patut kita syukuri bersama. Keberhasilan ini tidak terlepas dari penggunaan benih unggul, penerapan budidaya pertanian yang baik, serta dukungan berbagai pihak dalam pengelolaan lahan,” jelas Arif.
Lokasi yang dipanen secara simbolis mencakup area seluas tiga hektar, yang merupakan bagian dari langkah nyata dalam mewujudkan swasembada pangan nasional sesuai arahan Presiden RI. Pihak TNI pun menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi mendukung program-program pertanian di daerah.
Secara akumulatif, Kabupaten Banyuasin mencatatkan potensi sektor pertanian yang amat signifikan dengan rincian capaian sebagai berikut:
Total Luas Panen: 230.367 hektar.
Total Produksi: 1.216.162 ton Gabah Kering Giling (GKG).
Luas Baku Sawah Desa Gelebak Dalam: 1.326 hektar (dari total Luas Baku 5.219 hektar).
Area Optimasi Lahan Desa Gelebak Dalam: 698 hektar.
Luas Program Optimasi Lahan Rawa (OPLA) Banyuasin Tahun 2025: 600.905 hektar.
Senada dengan hal tersebut, Camat Rambutan Mursal, M, SHI., MH, membenarkan bahwa hasil panen di wilayahnya menunjukkan peningkatan yang cukup pesat.
“Hasil panen kita mampu mencapai 8,4 ton per hektar. Ini merupakan wujud kerja keras para kelompok tani yang didukung penuh oleh pemerintah daerah dan jajaran TNI melalui penerapan pola tanam modern serta pemeliharaan terpadu,” pungkas Mursal. (Vilkadi)
