Krisis Air Bersih di Betung, Warga Keluhkan Pelayanan PDAM Tirta Betuah yang Dinilai Buruk

BANYUASIN, Wartakitanews.com – Keluhan terkait buruknya pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Betuah kembali mencuat di Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin. Kali ini, warga yang tinggal di sepanjang Jalan Betung–Sekayu, khususnya di wilayah Kelurahan Betung Selatan, merasa geram karena aliran air bersih tidak mengalir dengan sempurna.

Kondisi ini diperparah dengan datangnya musim kemarau. Ironisnya, di tengah tingginya kebutuhan akan air bersih, warga mengaku air PDAM sama sekali tidak mengalir hingga mencapai tiga bulan berturut-turut.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebutkan adanya kesan diskriminatif dalam pendistribusian air oleh pihak PDAM Tirta Betuah.

“Warga berharap agar pihak PDAM jangan pilih kasih. Karena sepengetahuan kami, air ledeng di arah Jalan Betung–Jambi selalu mengalir, sedangkan di tempat kami air justru tidak dialirkan sama sekali,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (09/07/2026).

Minimnya perhatian terhadap distribusi air di wilayah Kelurahan Betung Selatan ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Padahal, air bersih merupakan kebutuhan vital yang tidak dapat ditunda pemenuhannya.

Menanggapi permasalahan yang tak kunjung usai ini, warga mendesak agar Bupati Banyuasin, DR. H. Askolani, S.H., M.H., dapat turun langsung ke lapangan. Warga berharap orang nomor satu di Banyuasin tersebut bisa meninjau kondisi riil di Kecamatan Betung dan memberikan instruksi tegas kepada pihak terkait agar segera memperbaiki distribusi air.

“Kami sangat berharap Bapak Bupati Askolani dapat meninjau langsung permasalahan ini. Kami sudah sangat kesulitan, dan kami minta ada solusi nyata agar hak kami sebagai pelanggan PDAM bisa dipenuhi,” pungkas warga tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PDAM Tirta Betuah belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab macetnya aliran air di wilayah Kelurahan Betung Selatan tersebut.

(Vilkadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *