MUSI RAWAS (SUMSEL), wartakitanews.com – Merebaknya isu yang dialamatkan kepada

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Musi Rawas (Mura) menegaskan perekrutan Badan Adhoc Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Mura yang diduga ada ‘permainan’ berupa Mahar yang harus dibayar untuk lolos 5 besar anggota PPK tidaklah benar.

Hal tersebut ditegaskan Ketua KPUD Mura, Ania Trisna saat dikonfirmasi media ini, Sabtu (18/5/2024).

“Dalam proses pelaksanaannya kita laksanakan sesuai dengan aturan yang ada,” katanya.

Dijelaskan Ania, bahwa sebelum dilaksanakan pelantikan PPK, pihaknya telah melaksanakan beberapa tahapan seleksi mulai dari tahapan seleksi administrasi, tahapan seleksi tes tertulis berbasis CAT dan tahapan seleksi wawancara berdasarkan Keputusan KPU RI nomor 534.

“PPK yang terpilih berdasarkan pengetahuan mereka tentang pemahaman Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serta rekam jejak mereka baik yang pernah maupun belum jadi penyelenggara,” ujarnya.

Mengenai adanya isu mahar dan isu mengenai ada yang  namanya tiba-tiba digantikan dengan nama yang lain (cucuk cabut) peserta yang akan lolos, Ania menegaskan bahwa itu semua tidak pernah ada.

“Bahkan, dalam proses rekruitmen hingga lolos sebagai anggota PPK ada beberapa standar penilaian bukan hanya pengetahuan umum saja, tetapi juga memperhatikan dan melihat rekam jejak para calon anggota PPK,” tegasnya.

Kemudian, lanjutnya, dalam memutuskan di sidang pleno, semua hasilnya diakumulasikan semua termasuk juga nilai wawancara  dan diurutkan berdasarkan hasil perangkingan peserta. Bahkan, pihaknya tentu berhati-hati sebelum memutuskan.

“Perlu disadari setiap proses seleksi PPK selalu ada dinamika di luar sana dan namanya juga tes. Tentu tidak mungkinlah semua peserta lulus semua, pasti ada juga yang tidak lulus, maka wajar ada ekspresi ketidakpuasan dari peserta yang tidak lolos,” pungkasnya. (Tim)

By Vilkadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *