Lubuklinggau (Sumsel), wartakitanews.com – Keamanan pangan adalah program prioritas nasional dan menjadi fokus Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di tiga wilayah yakni Kabupaten MKMusi Rawas, Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas Utara.

 

Demikian dikatakan Penjabat (Pj) Walikota Lubuklinggau, H Trisko Defriyansa saat membuka acara advokasi kegiatan keamanan pangan terpadu di Auditorium Bukit Sulap Lantai 5 Kantor Walikota Lubuklinggau, Rabu (8/5/2024).

 

Di kesempatan itu Pj Walikota memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut karena diyakini mampu memberikan pemahaman serta pengetahuan tentang makanan yang aman, sehat, bebas dari formalin, jajanan pengawet serta unsur kimia yang membahayakan bagi kesehatan konsumen.

 

“Beberapa bulan lalu, telah dilakukan peninjauan dan inspeksi keamanan pangan oleh BPOM dengan tujuan untuk memastikan bahwa makanan tersebut dalam keadaan aman sebelum dipasarkan,” katanya.

 

Mengingat, sambungnya, Kota Lubuklinggau adalah pusat perdagangan dari daerah tetangga seperti Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara dan Kabupaten Rejang Lebong.

 

“Kota Lubuklinggau memang bukan penghasil sayur-sayuran maupun kebutuhan pokok lainnya, namun transaksi perdagangan dilakukan di Kota Lubuklinggau,” ujar Pj Wako.

 

Trisko mengungkapkan, terkait perdagangan kecil atau UMKM seperti penghasil tahu, tempe, mie telah dilakukan pembinaan secara rutin melalui Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin).

 

“Bahkan baru-baru ini, Pemkot Lubuklinggau bekerjasama dengan Kementerian Hukum dan HAM telah menerbitkan Perseroan Perorangan sehingga UMKM memiliki status badan hukum,” ungkapnya.

 

Dijelaskannya, tahun lalu ada 100 UMKM yang sudah memiliki PP sedangkan tahun ini melalui Dinas Koperasi dan UMKM telah melaporkan sejumlah UMKM juga sudah mendapatkan status badan hukum. UMKM yang bergerak di bidang makanan atau bahan pangan selain sudah berbadan hukum secara keamanan pangannya aman dari BPOM juga sudah merambah ke pasar modern seperti di Indomaret dan Alfamart.

 

“UMKM lainnya yang ada di Kota Lubuklinggau juga harus mengikuti seperti itu agar tidak merasa khawatir jika dicek oleh BPOM terkait apa yang dipasarkan,”sarannya.

 

Diharapkan, lanjut Trisko, Kadis Perdagangan dan Industri untuk dapat berkoordinasi dengan BPOM agar sinergitas keamanan pangan secara nasional dapat berjalan dengan baik.

 

“Pasar tradisional di Kota Lubuklinggau merupakan pasar potensial, apabila ada terdapat unsur-unsur kimia dan zat berbahaya akan segera ditindak oleh BPOM,” tandasnya.

 

Sementara, Plt Kepala Balai Besar BPOM Palembang, Tedy Wirawan menyampaikan kegiatan ini merupakan program prioritas nasional yang dilaksanakan di semua provinsi di Indonesia.

 

“Bentuk kegiatannya ada tiga, pertama gerakan pangan desa, kedua pasar aman pangan dan pangan jajanan anak sekolah,” katanya. (And)

 

By Vilkadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *