Banyuasin, WartaKitaNews.com – Patut diacungi jempol, apa yang dilakukan oleh Eko Susanto, selaku Kepala Desa (Kades) Suka Mulya kecamatan Betung kabupaten Banyuasin provinsi Sumatera Selatan, karena dengan menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2023 ini, dia melaksanakan pembangunan fisik dua item sekaligus, masing masing pembangunan siring jalan, dan pembangun plat duaker di desanya, Senin (04/09/2023).

Eko Susanto menjelaskan, jika panjang siring yang dibangun adalah sepanjang 186M X 0,5M X 0,5 M, dengan anggaran sebesar Rp. 101.786.800,- sedangkan untuk pembangunan plat dueker sepanjang 4M X 1M X 0,6M dengan alokasi dana sebesar Rp. 14.438.500,-.

Mulainya pelaksanaan kedua pembangunan ini, ditandai dengan kedatangan camat Betung M.Sobir,S.Sos, Kasi PPDK Kecamatan Betung Auliya Nugraha Rasuanto SSTP, Pendamping desa, Bhabinkamtibmas Bripka Musmulyadi, Babinsa Kopda Tumijan, ketua BPD Suka Mulya Sugino bersama dengan anggotanya, serta kepala desa Suka Mulya Eko Susanto dan perangkatnya, untuk memastikan titik Nol kegiatan pembangunan fisik kedua infrastruktur tersebut.

Camat Betung M.Sobir S.Sos dalam kesempatan ini, meminta kepada warga sekitar untuk dapat ikut berkontribusi dalam pelaksanaan pembangunan kedua infrastruktur tersebut, dengan cara menjaga dan merawat setelah pembangunan selesai dikerjakan.

“Siring jalan dan plat dueker yang dibangun, adalah untuk kepentingan bersama, terutama bagi warga yang ada di desa Suka Mulya, jadi peran masyarakat sangat penting dalam pengerjaan kegiatan ini,” ujarnya.

Sementara Kades Eko Susanto menjelaskan, jika kondisi jalan di lingkungan ini mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga perlu dibangun siring, untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.

“Jika tidak dibangun siring, air akan mengalir ke badan jalan pada saat turun hujan. Dari itulah, untuk tahun ini kita anggarkan pembangunan parit jalan dulu, mungkin tahun depan baru dibangun jalannya,” terangnya.

Begitu juga dengan pembangunan plat deuker, juga bertujuan untuk menghindari kerusakan jalan, dan memperlancar aliran air yang melintas melalui parit jalan.

“Dulu memang ada plat deukernya, namun ukurannya terlalu kecil, sehingga aliran air jadi tersumbat, maka kita bangun plat deuker dengan ukuran yang lebih besar,” pungkasnya. (Vilkadi)

By Vilkadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *