MUSI RAWAS, WartaKitaNews.com – Terpanggil ingin membangun desa, pemuda yang berprofesi sebagai wartawan di Kabupaten Musi Rawas (Mura) turut serta berkompetisi pada pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak Kabupaten Mura Tahun 2023.

Pemuda yang hampir puluhan tahun berprofesi sebagai wartawan ini adalah Daulat, S.M. Beliau maju sebagai salah satu kandidat Calon Kepala Desa (Cakades) Desa Taba Remanik, Kecamatan Selangit, Kabupaten Mura, Periode 2023-2029.

Didampingi istrinya Rika Puspita, Amd.Kep, Daulat mendaftarkan diri sebagai Cakades di sekretariat Panitia Pilkades Desa Taba Remanik, Jum’at (20/1/2023) sekitar pukul 20.00 WIB.

Daulat dilahirkan di Desa Taba Remanik pada 14 November 1995 merupakan anak yatim piatu dari pasangan Bapak Darmawi (Alm) dan Ibu Sumiyati (Almh).

Keinginannya maju tak terlepas dari sebuah cita-cita untuk berjuang mengabdikan dirinya pada desa, karena dukungan masyarakat, keluarga, sahabat, teman wartawan serta pendukung lainnya. Agar kemajuan dan pembangunan Desa Taba Remanik tetap bisa berkelanjutan, menuju lebih baik lagi.

“Saya ucapkan banyak terima kasih pada semua relawan dan pendukung, yang terus memberikan semangat untuk terus maju di Pilkades Serentak 2023 ini,” katanya.

Daulat mengajak anak-anak muda di desanya jangan hanya menjadi penonton, karena ruang demokrasi harus diisi anak muda.

“Saya adalah anak muda pertama yang maju Cakades Taba Remanik. Saya adalah representasi anak muda, anak muda jangan takut, anak muda harus maju dan bangkit,” terangnya.

Menurut Daulat, doa restu dukungan masyarakat, saudara, teman baik itu dari kawan-kawan Wartawan sangat penting agar kelak bersama-sama bisa sukseskan niat baik ini, sesuai yang tertuang dalam Visi-Misi.

Adapun Visi yang diusungnya, yakni “Bersama mewujudkan pembangunan Desa, agar terbangunnya tata kelola Pemerintahan yang baik dan transparan”.

Kemudian, MISI :
– Meningkatkan Sumber Daya Masyarakat (SDM) sebagai modal utama dalam pembangunan masa depan desa.
– Mengelola bidang Keparawisataan dan pembukaan jalan roda empat.
– Mengaktifkan organisasi karang taruna, Bumdes dan organisasi lainnya.
– Bantuan santunan bagi anak yatim/piatu dan Lansia.
– Sunatan massal gratis satu kali setahun.
– Kepengurusan Surat-menyurat gratis.

“Intinya ini adalah demokrasi tingkat desa, maka tentu harus kita ciptakan suasana teduh, bukan untuk saling bermusuhan agar suasana tetap kondusif. Masalah menang atau kalah adalah hal biasa. Terpenting, niat dan tekat dalam memajukan desa sendiri,” tegas bapak satu orang anak ini.

Diketahui, Daulat memiliki segudang pengalaman dalam organisasi, yakni di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Media Bersama (MB), Forum Komunikasi Wartawan Silampari (FKWS). Selain bergabung di organisasi Wartawan, Daulat juga berkecimpung dalam pengurusan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Mura. (Rls/And)

By Vilkadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *