Lubuklinggau, Wartakitanews.com – Penggiat anti korupsi Kota Lubuklinggau Heru Kurniawan, selaku Ketua Gerakan Pemuda Anti Korupsi (GEPAK) menanggapi kondisi pembangunan jembatan RT 06 kelurahan tanjung sman menuju ke TPU RT 08 kelurahan sukajadi yang diduga dikerjakan tidak sesuai RAB bahkan dinilai telah gagal disegi perencanaan.

Bahkan pihaknya langsung lakukan kroscek kelokasi pembangunan jembatan untuk melihat langsung kondisi bangunan dengan anggaran Rp.199 juta lebih, dari kroscek itu iapun sangat menyayangkan jika kualitas pekerjaan jembatan penghubung dua kelurahan ini kondisinya terkesan asal kurang mengutamakan kualitas.

“Saya hari sudah melihat kelapangan, dari kondisi jembatan tersebut gagal perencanaan. Ini menyangkut perencanaan seharusnya sejak awal

rencana kerja dan syarat-syarat proyek baik itu jenis, besar dan lokasinya, serta tatacara pelaksanaan, syarat-syarat pekerjaan, seperti syarat mutu pekerjaan dia yakini diabaikan pihak kontraktor,” Tegas Ketua GEPAK Heru Kurniawan, Kepada Wartawan (20/10/22).

Heru juga mengatakan bahwa, dari anggaran yang tersedia dari APBD sebesar Rp.199 juta lebih guna jembatan tersebut dirasa terlalu besar dan tidak wajar. Secara tidak langsung itu telah membuktikan adanya indikasi pembengkakan anggaran, sebab dari kontruksi jembatan dia nilai tidak wajar.

“Dari fisik dilapangan saya yakini pembangunan jembatan tersebut, tidak sampai menghabiskan dana Rp.100 jutaan artinya secara tidak langsung itu terjadi Mark-up atau kelebihan dana pada anggaran kegiatan itu,” Cetus Heru.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah kota (Pemkot) Lubuklinggau melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan dan Ruang (DPUPR), mengalokasikan anggaran sebesar Rp.199 juta lebih guna pembangunan jembatan RT 06 Kelurahan Tanjung Aman menuju ke TPU RT 08 Kelurahan Sukajadi Kota setempat.

Namun sangat disayangkan proyek itu diduga hanya jadi ajang bancakan oleh pihak terkait, pasalnya dari penelusuran yang dilakukan oleh awak media kelokasi jembatan kondisi fisik yang dikerjakan oleh CV Ari Jaya itu disinyalir tidak wajar dengan besaran anggaran. Bahkan kualitas mutu pekerjaan diyakini kurang baik dan melenceng dari perhitungan rencana anggaran biaya (RAB).

Subaktian warga setempat saat dibincangi wartawan mengatakan, sebagai orang awam dia menilai untuk mengerjakan proyek jembatan semacam itu tidak perlu menghabiskan uang mencapai ratusan juta. Karena dia menilai pembangunan jembatan tersebut dari segi kualitas meragukan, sebab kualitas plat lantai telalu tipis dan licin, tidak jauh berbeda dengan kualitas pipa pegangan jembatan.

“Bahkan tiang penyangga jembatan terlihat ada yang menggantung, hal itu menurut saya rawan bisa membuat jembatan turun. Yang jelas jembatan ini sebagian masih gunakan pondasi lama,” Jelasnya pada wartawan Selasa, (18/10).

Dia menilai, jika anggaran yang diperuntukan capai Rp.199 juta lebih hal itu tidak wajar dan terlalu besar. untuk kondisi fisik jembatan dengan panjang sekitar 10 meter dan lebarnya dua meter diyakininya hanya diperlukan dana Rp.70 jutaan saja.

“Wai sekedar jembatan cak itu , neman igo ngabisi duit sampai nak Rp.200 juta. Men taksiran aku wong awam ni paling hebat habis ke duit Rp. 70 juta gawean itu,” Cetusnya.

Sementara itu, pihak CV Ari Jaya selaku kontraktor pelaksana pembangunan jembatan belum memberikan tanggapan mengenai hal tersebut. Begitu juga pejabat terkait saat awak media menyambangi kantor Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kota Lubuklinggau terlihat sepi. (RD/JRW)

By admin

Joni Karbot & Vilkadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *