Musi Rawas, WartaKitaNews.com – Air bersih adalah salah satu jenis sumber daya berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari, kini pelayanan air bersih itu sendiri secara bertahap terus digalakkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Tata Ruang dan Pengairan (DPUCKTRP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) melalui UPT Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Tak ayal setidaknya kini sebanyak 13.273 masyarakat atau pelanggan yang telah menikmati pelayanan air bersih melalui sambungan rumah (SR) dalam 12 kecamatan yang ada di kabupaten tersebut.

“Kita terus melakukan hal-hal terbaik agar kebutuhan air bersih di kabupaten Mura dapat secara keseluruhan terpenuhi, setidaknya sudah 13.273 masyarakat atau pelanggan di 12 kecamatan telah menikmati layanan dari BLUD SPAM, ” Ujar Oktaviano, Kepala DPUCKTRP didampingi Asfrino, Kepala BLUD SPAM kepada wartawan.

Dijelaskannya bahwa, Air bersih sangat dibutuhkan oleh setiap manusia untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sumber air yang ada di setiap wilayah belum tentu mencukupi kebutuhan masyarakat diwilayah tersebut. sumber air baku daerah Mura sendiri bersumber, dari mata air permukaan sungai, danau dan mata air. Namun masih ada sebagian masyarakat tidak berada dekat dengan sumber air untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, bahkan masih ada yang harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan air bersih. Oleh karenanya setiap tahunya secara berkelanjutan pihak BLUD SPAM melalui OPD Induk DPUCKTRP terus memprogramkan kegiatan seperti, pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah dibeberapa kecamatan dan desa yang ada di daerah setempat.

“Sudah barang tentu target kami menginginkan setiap keluarga yang ada di Mura secara keseluruh hingga kedesa terjauh sekalipun dapat nikmati air bersih, namun itu tidak mungkin bisa diwujudkan dengan muda itu semua harus terencana sesuai progress. Untuk tahun ini kita terus meningkat pelayanan kepada masyarakat dengan terus lakukan pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah warga, begitu juga dengan program lain yang menopang agar pelayanan BLUD SPAM Prima dengan diadakannya pengadaan Pompa Intake dan distribusi untuk kecamatan-kecamatan yang ada,” Paparnya.

Selain terus meningkat pelayanan di segi insfratruktur, BLUD SPAM saat terus berbenah dan berupaya untuk mewujudkan pelayanan yang prima pada masyarakat. Menyangkut kerusakan teknis yang terjadi dalam proses pendistribusian air, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin memperbaiki masalah yang ada tanpa mengganggu proses pendistribusiaan air pada masyarakat.

“Jika terjadi kebocoran atau kerusakan pipa dan kendala lainya di lapangan petugas kita insa allah standby dan siap lakukan perbaikan, kami juga menerima laporan dari masyarakat menyangkut pelayanan apa bila ada kendala,” Tegasnya.

Diapun menguangkapkan, saat ini perbaikan pelayanan dalam rangka mendukung program Bupati Musi Rawas Hj Ratna Mahmud, yang menginginkan terwujudnya Mura Mantab (Maju, Mandiri dan Bermartabat) sedang dalam proses pengembangan sistem menuju sistem pembayaran online. Untuk mempermudah pelanggan melakukan pembayaran , saat ini proses kerjasama dengan pihak PT POS Indonesia dan Bank Sumsel Babel sedang dilakukan. Ini bertujuan mempermudah transaksi antara pelanggan dan BLUD SPAM kedepannya.

“Insa allah tahun depan, kita telah bisa mencapai misi pembayaran online. Saat ini kami sedang merencanakanan kerja sama dengan pihak pos Indonesia dan Bank Sumsel Babel, semoga tahun depan ini sudah dapat terlaksana dengan baik,”pungkasnya.

Sekedar informasi, UPT BLUD SPAM dibawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Tata Ruang dan Pengairan (DPUCKTRP) Kabupaten Musi Rawas saat ini telah melayani 13.273 pelanggan Sambungan Rumah ( SR ) dengan 15 IKK yang tercakup dalam 12 Kecamatan yang ada dalam Kabupaten tersebut. Sumber air baku untuk proses pengelolaan air bersumber dari Sungai atau Sumur Bor yang ada dalam kabupaten Musi Rawas, Per September tahun ini, air yang diolah lebih dari 1.565.485 (M3) melalui Water treatment plant (WTP) yg merupakan bangunan utama dan proses utama dalam pengolaan air bersih. Pada proses ini terdapat lima tahapan yaitu koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi dan desinfeksi. WTP (water treatment plant) atau bisa juga disebut IPA (instalasi pengolahan air) ini adalah, sarana yang berfungsi untuk mengolah air dari kualitas air baku (influent) terkontaminasi untuk mendapatkan perawatan kualitas air yang diinginkan sesuai standar mutu atau siap untuk dikonsumsi. (Rudi Tanjung)

By Joni Karbot

Bung JK : Komisaris PT VMN, Owner WartaKitaNews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *