Musi Rawas, Wartakitanews.com – Baru-baru ini viral berita dugaan rawan penyimpangan pelaksanaan pengadaan bahan kimia tawas yang dilaksanakan setiap tahun oleh OPD terkait untuk BLUD SPAM Kabupaten Musi Rawas (Mura), indikasi adanya penyimpangan pada pelaksanaan pengadaan bahan kimia tawas itu dibantah langsung oleh Rini, selaku pejabat penanggung jawab teknis kegiatan (PPTK) pengadaan bahan kimia tawas tersebut.

“Aku raso mengenai kegiatan itu segala sesuatunyo sudah Kito lakukan sesuai prosedur, untuk proses siapa pihak ketiga yang melaksanakan itu telah dilaksanakan oleh pihak ULP,” Jelas Rini PPTK pengadaan bahan kimia tawas didamping Agus mantan Kepala BLUD SPAM pada wartawan Kamis, (25/08/22).

Diungkapkan Rini bahwa jumlah kebutuhan tawas untuk BLUD SPAM itu setiap bulannya mencapai 9 ton dikalikan 12 bulan, semua tahapan dan prosedur telah dilaksanakan dan tidak ada masalah.

“Kito sudah laksanakan sesuai prosedur bahkan sebelumnya telah lakukan survei harga, dan penentuan pemenang pihak ketiga itu ditentukan oleh pihak ULP,” ceritanya.

Ditanyai mengenai berapa besaran anggaran dana yang di peruntukan untuk pengadaan tawas selaku PPTK Rini , beralasan dirinya lupa seraya mengatakan bahwa kegiatan yang dia pegang banyak bukan hanya pengadaan tawas saja.

“Nah mengenai berapo anggarannyo aku lupo mohon maaf be Yo karena bukan hanya ini, kegiatan aku banyak,” Tuturnya meninggi seraya meyakinkan bahwa pelaksanaan pengadaan bahan kimia tawas kesannya sangat sempurna dan baik sesuai prosedur pelaksananya, baik itu pengadaan tawas pada tahun anggaran 2020, 2021 dan tahun ini.

Agus Hilman, mantan Kepala BLUD SPAM yang mendampingi Rini selaku PPTK juga ikut angkat bicara dan menceritakan bahwa, untuk nominal dana guna pengadaan bahan kimia tawas itu mencapai Rp.500 juta.

“anggarannya kalau pagu itu 500 juta rupiah ,” kata Agus.

Agus Hilman menambahkan, sebenarnya untuk jumlah tawas yang disediakan masih kurang dan belum cukup. Anehnya sudah tahu jika memang jumlah tonase tawas kurang pihak BLUD SPAM tidak mengajukan penambahan, mengingat pentingnya tawas agar kualitas air baik. Tetapi dirinya beralasan itu disebabkan, karena keterbatasan selain itu juga terjadi efisiensi anggaran benarkah ?.

Sementara itu Okta Masgud, PLT Kepala DPUCKTRP selaku Pengguna anggaran (PA) kegiatan pengadaan bahan kimia tawas, saat dihubungi wartawan menyatakan bahwa dirinya sedang dinas keluar kota.

“Aku masih dinas luar , agek bae,” Balasnya.

Sebelumnya melansir berita Silamparipers.com media online ini mempublikasikan bahwa, Kegiatan pengadaan Tawas dan bahan kimia dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pengairan PUCK kabupaten Musi Rawas patut di duga rawan penyimpangan.

Dari rekapitulasi daftar kuantitas dan harga, terpantau di lapangan terdapat perbedaan harga yang mencolok antara harga yang ditetapkan oleh dinas PUCK kabupaten Musi Rawas dengan harga dipasaran.

Selain perbedaan harga dipasaran, di duga juga terjadi pembengkakan kebutuhan dilapangan serta persiapan yang tidak memadai dilokasi.

Diketahui pagu dana DPA mencapai Rp 500.000.000.00,- dengan Harga Perkiraan Sementara menjadi Rp 497.636.000.00,-

Tercantum di rekapitulasi juga terlihat tahapan pekerjaan dimulai dengan pekerjaan persiapan, jenis pengadaan Tawas dan bahan kimia serta pekerjaan penyelesaian.

Dalam pengerjaan tersebut terdapat 2 item pengadaan yakni Tawas dan Kaporit dengan berbagai spesifikasi.

Bersumber dari Kerangka Acuan Kerja (KAK) waktu pelaksanaan 180 hari dengan masa pemeliharaan 180 hari kalender.

Terdapat juga persyaratan lain yakni diwajibkan dilakukan pembelian hasil produksi dalam negeri.

Persyaratan lanjutan lainnnya mencapai 5 item salah-satunya berlabel SNI, memiliki sertifikat halal, memiliki ISO 1400 atau 18000 dan menyerahkan hasil uji laboratorium. (Rudi Tanjung)

By Joni Karbot

Bung JK : Komisaris PT VMN, Owner WartaKitaNews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *