MUSI RAWAS, WartaKitaNews.com – Bupati Musi Rawas (Mura), Hj Ratna Machmud didampingi Wakil Bupati Mura, Hj Suwarti menandatangani Kesepakatan Bersama dengan Forkopimda untuk Penguatan Peran Remaja dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting, di Ruang Bina Praja Setda Kabupaten Mura, Selasa (9/8/2022).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bangga Kencana untuk Advokasi Dukungan Mitra Kerja dan Stakeholder di Kabupaten Mura.

Bupati Mura, Hj Ratna Machmud menyampaikan pemerintah telah mencanangkan pendampingan bagi keluarga berisiko stunting melalui calon pengantin, ibu hamil dan pasca persalinan.

“Dimana, dilaporkan setiap desa terdapat minimal 1 tim dan pendampingan keluarga ini terdiri dari Bidan Desa, Kader PK dan Kader KB,” ujar Bupati.

Perlu adanya kesepakatan bersama, sambung Bupati, untuk memberikan penguatan peran remaja dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mura.

“Saya juga mengajak saudara Forkopimda untuk bersama-sama membangun Kabupaten Mura, dalam hal ini dukungan untuk menurunkan kasus stunting,” ucap Bupati.

Bupati berharap, Kesepakatan Bersama itu tidak hanya seremonial belaka, namun menjadi spirit bersama membangun negeri dalam rangka percepatan penurunan stunting.

Selanjutnya, agar ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama antara Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) dengan 7 OPD terkait yakni Dinas Kesehatan (Dinkes)

DPPPA, Dispora, Disdik, Dinsos,DPMD, Disdukcapil) dan 5 stakeholder (TP PKK, Kwarcab Gerakan Pramuka, Karang Taruna,  Asosiasi Camat dan Asosiasi Kades).

Bupati Ratna Machmud juga menjelaskan hasil survey yang lalu menunjukkan penurunan kasus stunting di Kabupaten Mura masih berat karena belum mencapai sesuai target nasional yakni 24 persen.

“Untuk Kabupaten Mura tahun ini, penurunan stunting 28,3 persen dan target nasional 24,8 persen. Dan target nasional pada tahun 2024 adalah 14 persen. Artinya dalam setiap tahun kita harus menurunkan 4,76 persen untuk mencapai target pada 2024,” ungkapnya.

Tentunya, lanjut Bupati, dengan adanya kesepakatan dan kerjasama serta tekad kuat semua pihak, Intervensi Stunting dapat lebih efektif dan tepat sasaran.

“Maka keluarga yang beresiko stunting akan dapat diturunkan dengan signifikan,” jelas Bupati.

Bupati juga mengharapkan ada perbaikan desa lokus stunting dari sebelumnya. Dari desa lokus 130 desa menjadi 31 lokus intervensi stunting di Kabupaten Musi Rawas. Dengan percepatan ini diharapkan segera mencapai Musi Rawas Maju, Mandiri dan Bermartabat (Mantab) terutama bidang kesehatan masyarakat.

“Pencapaian 14 persen target nasional pada 2024 akan dapat kita capai bila kita saling bersinergi, penguatan kerjasama saling membantu dan bergotong royong mencapainya,” harap Bupati. (and

By Joni Karbot

Bung JK : Komisaris PT VMN, Owner WartaKitaNews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *