MUSI RAWAS, WartaKitaNews.com – Masih tingginya kasus penyalahgunaan narkotika berpengaruh terhadap hunian Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Muara Beliti.

Pasalnya, lapas yang seyogyanya dihuni 289 Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) kini ditempati sebanyak 789 WBP.

Demikian diungkapkan Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Rudik Erminanto melalui Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Robi saat dibincangi awak media, Rabu (19/1/2022).

“Saat ini, jumlah WBP di Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti sebanyak 789 orang dan 18 diantaranya merupakan berjenis kelamin perempuan. Dimana, jumlah tersebut over kapasitas atau kelebihan hingga 500 orang,” katanya.

Sebab, sambungnya, Lapas tersebut harusnya dihuni 289 orang. Sehingga, setiap blok dihuni lebih dari 100 orang dari empat blok yang ada.

“Kendati over kapasitas, mau tidak mau kita harus tetap melakukan penjagaan secara maksimal dengan mengerahkan 10 orang petugas setiap menjaga para WBP tersebut,” ungkapnya.

Dan untuk penjagaan, lanjut Robi, ada empat ship dan setiap shipnya ada 10 petugas. Meskipun dengan jumlah yang terbatas, untuk kondisi di Lapas Narkotika setiap harinya selalu kondusif dan aman tanpa ada kejadian hal yang tidak diinginkan.

“Walaupun over, namun untuk pembangunan atau penambahan blok sendiri hingga kini belum ada. Karena memang hal tersebut harus ada persetujuan dan izin dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia (RI). Sebab, bangunan Lapas berstatus milik negara dan hanya bisa dipercantik saja,” jelasnya.

Mengenai jam besuk WBP, dirinya mengakui hingga saat ini secara serentak disetiap Lapas belum ada. Melainkan, yang ada hanya menerima titipan makanan dan barang saja.

“Karena, masih menunggu intruksi Kemenkumham dan itu sudah menjadi kebijakan dari Kementrian,” tandasnya. (And)

By admin

Joni Karbot & Vilkadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *