PALI, WartaKitaNews.com: Ketua Kelompok Tani Tunas Harapan Desa Tempiral Timur kecamatan Penukal Utara, Ikhsan Suharto keluhkan sulitnya untuk mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR) masyarakat petani di Bank Sumselbabel (BSB) Cabang Pendopo.

Hal tersebut dilontarkan Suharto kepada WartaKitaNews.com, Selasa (11/01/22).

Menurutnya, pihaknya telah berulang kali mengajukan usulan ke BSB Cabang Pembantu Tanah Abang, tetapi sampai anggaran tahun 2022 ini belum di realisasikan sehingga petani yang ingin manfaatkan KUR.

“Kami sangat kecewa karena para petani kesulitan membeli bibit, pupuk dan juga biaya lainnya,” katanya di kantor Dinas pertanian PALI .

Tak hanya itu, kejengkelannya bertambah saat syarat yang sulit dari BSB yang meminta agunan sertifikat kepada calon nasabah.

“Proses seleksi ketat akibatnya anggota saya semua tidak di setujui pinjaman,” jelasnya.

Dia mengatakan keputusan BSB yang berlakukan para nasabah KUR tidak selaras dengan program Gubernur Sumatera Selatan Sumsel Mandiri Pangan (SMP) yang memprioritas usaha pertanian.

Kemudian menurut dia, sikap BSB tersebut mengangkangi instruksi presiden.

Dilansir dari CNN Indonesia, Senin (05/04/21), Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar plafon kredit usaha rakyat (KUR) tanpa jaminan naik menjadi Rp100 juta dari sebelumnya yang sebesar Rp50 juta. Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas (ratas) di Kompleks Istana Kepresidenan.

“Arahan Pak Presiden (Jokowi) KUR tanpa jaminan yang selama ini angkanya di bawah Rp50 juta untuk ditingkatkan plafonnya menjadi Rp100 juta, yang tanpa jaminan dari Rp50 juta naik jadi Rp100 juta,” ungkap Airlangga.

Sementara itu, Kepala BSB Cabang Pendopo Darmiansyah, SH saat dihubungi awak media belum memberikan tanggapannya.

By Joni Karbot

Bung JK : Komisaris PT VMN, Owner WartaKitaNews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *