Musi Banyuasin, WartaKitaNews.com-
Dalam beberapa hari terakhir, Dinas Sosial Kabupaten Musi Banyuasin, Drs H Ahmad Nasuhi, SH, MM menyebarkan petugas-petugas ke seluruh wilayah Desa/Kelurahan di kabupaten Musi Banyuasin untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program keluarga harapan (PKH). Dalam monitoring tersebut sejumlah KPM dikumpulkan dan dilakukan wawancara asesment untuk menggali sejauhmana KPM memanfaatkan program yang telah diberikan. Monev dilakukan di Desa Lumpatan Kecamatan Sekayu, untuk kecamatan lain Desa Epil, Teluk, Lais, Teluk Kijing III dan Desa Purwosari, Selasa 8/6/21

Hadir dalam sosialisasi Kebid Linjamsos, Mat Darul, S.Sos, Kasi Jaminan Keluarga, Malian AR, Korkab Kementrian Sosial Kabupaten Muba, Arniliana, SKM, Korcam Reswahadi, S.Pd beserta Segenap SDM PKH Kecamatan Lais, Kedes, Kadus beserta RT dalam wilayah Kerja PKH Kecamatan Lais.

Kegiatan ini juga sebagai bentuk pengawasan terhadap petugas pendamping yang telah ditunjuk untuk masing-masing Desa dan kelurahan. Kepala Dinas Sosial Drs H Ahmad Nasuhi, SH, MM melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Mat Darul, S.Sos menjelaskan bahwa PKH merupakan program prioritas penanggulangan kemiskinan, yang bertujuan membuka akses keluarga miskin terutama ibu hamil dan anak untuk memanfaatkan berbagai fasilitas layanan kesehatan (faskes) dan fasilitas layanan pendidikan (fasdik), termasuk akses terhadap berbagai program perlindungan sosial lainnya yang merupakan program komplementer secara berkelanjutan. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, ada beberapa KPM PKH yang telah menunjukkan kenaikan kesejahteraan yang signifikan, namun demikian ada pula yang telah bertahun-tahun mengikuti program ini masih belum mampu keluar atau Graduasi, KPM 2013 sudah delapan tahun mendapatkan bantuan, maka diharapkan dapat keluar dari PKH.

“Kepesertaan PKH Tahun 2013 diharapkan dapat di Graduasi Mandiri apabila sampai dengan Batas Tahap IV Tahun 2021 maka akan Keluar dari kepesertaan PKH, terkait kebijakan berlaku Nasional” ujar Ketua PPKH Muba.

KPM yang telah mulai meningkat kesejahteraannya diharapkan pada tahun berikutnya sudah keluar dari program terutama KPM Tahun 2013, sedangkan KPM yang masih belum menunjukan perubahan kesejahteraan ke arah yang lebih baik diberikan motivasi dan semangat. KPM yang dalam keluarganya sudah tidak memiliki ibu hamil, anak usia sekolah, dan penyandang disabilitas berat secara otomatis akan keluar dari program PKH.

Hal senada disampaikan oleh Korkab Kementrian Sosial Kabupaten Muba, Arni Liana, SKM menyampaikan hal yang sama terkait KPM tahun 2013 disosialisasikan akan berakhirnya kepeserta dalam program bansos PKH, hal ini sesuai Pendum halaman 35 terkait kepesertaan hanya sebatas 6 Tahun.

Arni menambahkan bahwa sosialisasi langsung oleh kadinsos dalam hal ini diwakili oleh kabid linjamsos selaku ketua PPKH Muba, dapat kita simpulkan, komunikasi yang baik adalah salah satu kunci keberhasilan program pkh ini, jika dilihat secara langsung kebanyakan KPM mengerti dan memahami maksd dan tujuan dari pertemuan. Semoga cita-cita muba #1digit bisa, bisa tercapai. Dan tetap semangat.

Tetap rendah hati dan berbuat baik

Serta budayakan membaca untuk mendalami semua yg terjadi sebelum bertindak.

Pedoman umum pkh 2021 acuan kita untuk mendorong KPM graduasi mandiri serta tindak lanjut surat dari bapak sekda untuk memperkuat nya, di harapkan pendamping mempunyai kreativitas sendiri dalam penyampaian dan pendekatan ke KPM hingga tidak terjadi anggapan salah.

“Sesuai dengan peraturan yang menjadi acuan dalam pelaksanaan PKH mewajibkan kepesertaan paling lama 5-6 Tahun, secara program kepesertaan akan habis masa aktif atau transisi kepesertaanan” Ujar Korkab yang sering disapa Ici.

Ditambahkan oleh Korkab II Kementrian Sosial RI, Ika P, SP membenarkan Sosialisasi dan Monev terkait bantuan sosial PKH, selanjutnya penyampaian agar KPM 2013 akan berakhir kepesertaannya.

Dalam hal ini, sangat diperlukan inovasi dalam menyampaikan informasi kepada KPM. Jangan sekedar menjalankan kewajiban, namun harus kita sadari bahwa ada tanggung jawab besar yang harus terjalankan selain dari kewajiban. Beban moral ketika sudah menyampaikan informasi, sudah merasa mendampingi sesuai tupoksi namun KPM masih tidak faham dengan apa yang kita sampaikan. Pekerja sosial merupakan ujung tombak pengentasan kemiskinan, bukan ujung tembak, jadi, kinerja SDM di lapanganlah yang menentukan keberhasilan program, bukan ujung tembak yang bisa melaksanakan tugas dari jauh.

Semangatlah dalam melaksanakan tugas penting ini Catat ingatan kita bahwa keberhasilan Program, kunci penilaian kinerja kita adalah tingkat graduasi mandiri yang menjadi tolak ukur KPM berdaya yang berhasil diciptakan dari PKH, Pungkas Korkab II yang selalu dipanggil mbak Ika.

Kepala Desa Purwosari H. Mustamil Jali diwakilkan oleh perangkat Desa, Angkara Kepala Dusun 3 Desa Purwosari menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak Dinsos, Pendamping PKH yang telah mensosialisasikan terkait akan berakhir kepesertaan PKH Tahun 2013, dengan harapan setelah keluar dari kepeserta masih bisa mendapatkan bantuan lain selain PKH dan bisa mendapatkan bantuan modal usaha atau untuk dapat meningkatkan kemandirain KPM tersebut.

Laporan : Jaka PS
Editor : Joni Karbot

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *