Banyuasin, WartaKitaNews.Com– Rapat kerja nasional (rakernas) ke-1 dan sosialisasi hasil munas IV yang telah diselenggarakan sebelumnya di Bali dengan Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) terpilih periode keempat, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kepala daerah yang tergabung dalam Asosiasi Daerah Penghasil Minyak dan Energi Terbarukan (ADPMET), menuntut transparansi Dana Bagi Hasil (DBH) yang diberikan pemerintah pusat ke daerah, di Hotel Wyhdam Jakabaring Selatan Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (3/6/2021).

Dalam laporannya, Bupati Banyuasin Askolani menyampaikan bahwa ada 23 daerah yang hadir baik secara langsung maupun secara virtual untuk pemantapan rakernas yang diselenggarakan 3 (tiga) hari, 2-4 Juni 2021. Selain itu juga, beliau menyampaikan ucapan terima kasih banyak atas kepercayaan kepada Kabupaten Banyuasin sebagai tuan rumah dalam rakernas ini.

Askolani mengharapkan kepada semua daerah berkontribusi memberikan masukan, ide dan gagasannya, baik kepada internal organisasi maupun kementerian-kementerian terkait dalam rangka mencapai tujuan bersama sehingga harapan kita terkait migas dan energi terbarukan di Indonesia dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh daerah dan terutama masyarakat di daerah.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta agar semua yang hadir untuk memantapkan langkah kita kedepan dalam visi dan misi yang sama untuk kemandirian pengelolaan dan pemanfaatan migas dan energi terbarukan yang dimiliki oleh daerah agar dapat dimaksimalkan dari lokal dan untuk masyarakat lokal.

“Langkah berkumpul kita ini ujung tonggak untuk konsen kepada tujuan kita untuk mandiri migas dan energi terbarukan. ADPMET harus berperan sebagai mitra pemerintah, bersepakat untuk penghematan energi dengan bijak penggunaan migas dan energi dengan teknologi,” ucap Herman Deru.

Dibeberkan Kang Emil, bahwasanya keberadaan ADPMET adalah untuk memperjuangkan agar ladang-ladang minyak marginal yang kecil, dan jumlahnya ribuan. Dan ternyata tidak terus tetapi belum diserahkan ke daerah. Beliau meminta secara pelan-pelan kita mulai hijrah menggunakan sumber energi yang hemat. Kita harus bergerak untuk pemanfaatan sumber energi yang ada disekitar kita, pengoptimalan upaya agar ini segera terwujud butuh kerja keras bersama dan keinginan mau berubah menjadi lebih baik.

“Selain itu juga, peran ADPMET ini untuk memperjuangkan transparansi bagi hasil pusat ke daerah dalam pemanfaatan Migas dan Energi. Hal inilah salah satu yang akan kita perjuangkan dan pengoptimalan kilang-kilang minyak yang ada,” tegas Kang Emil.

“Saya berharap kepada semua pengurus dan anggota APDMET dapat segera menyiapkan ide dan program-program yang mengedepankan kepentingan dan kemaslahatan bersama,” tutupnya

Pada Rakernas ADPMET kali ini, sebanyak 23 kepala daerah dengan 87 delegasi yang menghadiri Rakernas. Dalam kesempatan itu, hadir Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Sumsel H Herman Deru, Bupati Banyuasin H Askolani, Bupati Wajo Amran Mahmud, Bupati Muaro Jambi Masna Busro, Walikota Tarakan Khoirul. Kemudian, Bupati Subang Rohiman, Bupati Lampung Timur Dawam Raharjo, Bupati Aceh Tamiang Mursil, Bupati Indramayu Nina Agustina. Bupati Musi Rawas Ratna Mahmud, Bupati Kampar Catur Sugeng.

Selanjutnya Wakil Bupati Tebo Sahlan, Wakil Bupati Ogan Ilir Ardani, Wakil Bupati Lahat Haryanto, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Juga hadir Sekretaris Jendral ADPMET Endang Bahtiar.

Editor: Joni Karbot

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *